Tech Info

Bahaya menggunakan VPN demi mengakses media sosial

Bahaya menggunakan VPN demi mengakses media sosial

Jagotips – VPN atau Virtual Private Network mendadak menjadi viral di masyarakat serta menjadi solusi terdepan demi dapat mengakses media sosial pada beberapa hari terakhir.

Bahkan  dalam beberapa hari ini aplikasi VPN menjadi primadona yang sangat jitu guna mengakali pembatasan dari pemerintah. Banyak para pengguna smartphone yang mengunduh serta menggunakan VPN demi dapat mengatasi maslah akses pada Whatsapp, Instagram, dan media sosial lainnya.

Jika berbicara masalah keuntungan, jelas menggunakan VPN akan lebih mudah dalam mengakses media sosial yang sedang down.Namun tahukah sobat, ternyata menggunakan VPN memiliki beberapa dampak dan juga bahaya bagi penggunanya. Mau tahu apa saja bahaya yang terjadi jika menggunakan VPN, berikut ulasannya :

  • Mengandung Virus / Malware
    Ternyata VPN atau Virtual Private Network mengandung program berbahaya atau malware, menurut penelitian CSIRO. Malware datang dalam berbagai bentuk pada VPN, serta dapat mengakibatkan pencurian data dan pembajakan akun pengguna secara online. Selain itu malware pun dapat mencuri uang, barang atau produk digital yang pengguna miliki.
  • Mencuri Bandwidth
    VPN dapat mencuri bandwidth dari penggunanya lalu menjualnya kepada pihak ketiga.seperti  yang pernah terjadi pada kasus Hola VPN. Perusahaan yang berbasis di Israel ini diketahui mencuri bandwidth lalu mereka membagikan data pengguna dengan pihak ketiga.
  • Kebocoran Data
    Beberapa layanan VPN ditemukan banyak yang menmbocorkan data pengguna. Biasanya kebocoran data pengguna ini berasal dari IP address dan DNS. Dan hal ini kerat terjadi pada VPN gratis. Pada prinsipnya, kerja VPN sama halnya dengan proxy server. Yakni server dapat melihat aktivitas yang dilakukan pengguna pada saat terhubung.
  • Membajak browser
    Beberapa VPN melakukan pembajakan browser guna dapat menghasilkan uang. Hotspot shield VPN ditemukan mengalihkan permintaan HTTP pada situs e-commerce.
  • Mengakses data pengguna
    Demi mendapatkan keuntungan, beberapa layanan VPN kerap mengumpulkandata pengguna, yang lalu akan dijual kepada pihak ketiga. Sebagai contoh adalah opera free VPN, mereka memberikan layanan gratis tanpa batas lewat browser, dan ini merupakan cara mereka mengumpulkan data pengguna.
  • Mengumpulkan data pribadi
    VPN kerap melacak guna mengumpulkan data pribadi penggunanya. Hal ini biasanya dilakukan demi keuntungan semata. Sebagai contohnya adalah layanan VPN gratis yang berbasis di kanada, Batternet. Aplikasi tersebut ternyata mengandung 14 tracking libraries yang berbeda serta mengandung malware tingkat tinggi.
  • Cambridge Analytica
    Dengan profiling ini, penjahat siber dapat dengan mudah membuat peta kebiasaan pengguna, dan dimanfaatkan untuk mengarahkan opini si pengguna, serta dapat disalah gunakan jika VPN digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  • Terpapar iklan berbahaya
    Pada penggunaan VPN gratis terdapat beberapa iklan – iklan berbahaya dan mengganggu. Dan saat ini banyak dari penyedia layanan VPN mengandalkan pendapatan iklan – iklan yang dipasang oleh pihak ketiga. Namun tidak menutup kemungkinan iklan tersebut telah disisipkan malware
  • Penipuan
    Akibat dari penggunaan VPN yang terakhir adalah dapat mengakibatkan pencurian identitas serta penipuan secara finansial.

Nah itulah beberapa bahaya dari penggunaan layanan VPN atau Virtual Private Network sobat Jagotips. Cukup mengerikan ya, mengingat pada tanggal 22 mei 2019 kemarin banyak pengguna yang menggunakan layanan ini demi kelancaran saat mengakses media sosial. Semoga bermanfaat ya sobat Jagotips..

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top